Selasa, 13 Oktober 2026

Terbit : Ming, 09 Agustus 2026

Penguatan karakter etika generasi muda dalam menghadapai pesatnya tekhnologi Medsos seperti AI

Oleh : baiturrahman Keleng
Penguatan karakter etika generasi muda dalam menghadapai pesatnya tekhnologi Medsos seperti AI

Dalam menghadapai pesatnya tekhnologi Medsos seperti AI

Kiyai.wasan
Kiyai Wasan

Membentengi Akhlak Generasi Muda di Era Kecerdasan Buatan (AI) dan Gempuran Media Sosial

Oleh: Kiyai Wasan . Ketua Tahfidzin Desa Keleng

Perkembangan teknologi di era modern ini melaju dengan kecepatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Kehadiran Media Sosial yang kian masif, ditambah dengan lompatan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan, telah merubah wajah peradaban. Bagi generasi muda, teknologi ini bukan sekadar alat, melainkan bagian dari identitas dan gaya hidup sehari-hari.

Namun, di balik kemudahan berinteraksi dan mencari informasi, tersimpan tantangan besar yang mengancam fondasi moral anak-anak kita. Kemudahan mengakses AI untuk mengerjakan tugas, hingga paparan algoritma media sosial yang tanpa henti, memunculkan krisis baru: krisis etika dan adab.

Lantas, bagaimana kita sebagai umat Islam dan jamaah masjid membentengi karakter generasi muda kita di tengah badai digital ini?

Adab Sebelum Ilmu dan Teknologi

Dalam tradisi keilmuan Islam, ada satu kaidah emas yang diajarkan oleh para ulama terdahulu: “Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu.” (Imam Malik rahimahullah).

Di era AI, ilmu pengetahuan dan data bisa didapatkan hanya dalam hitungan detik. Sebuah mesin bisa merangkai kata dan menjawab pertanyaan lebih cepat dari manusia. Namun, ada satu hal yang tidak dimiliki oleh AI, yaitu Hati Nurani dan Adab.

Kecerdasan Buatan tidak bisa mengajarkan empati, rasa hormat kepada orang tua, kejujuran, dan rasa takut kepada Allah SWT (Muraqabah). Oleh karena itu, penguatan karakter berbasis adab menjadi tameng utama bagi generasi muda.

Tiga Prinsip Etika Digital dalam Islam

Untuk menghadapi pesatnya media sosial dan AI, ada tiga prinsip akhlak Islami yang harus ditanamkan kepada generasi muda:

  • Budaya Tabayyun (Kritis dan Verifikasi): Di era AI, teknologi deepfake (rekayasa video/suara) dan hoaks sangat mudah diproduksi. Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 6 mengingatkan kita untuk selalu meneliti kebenaran suatu berita. Generasi muda harus diajarkan untuk tidak mudah share informasi yang belum jelas sumbernya.
  • Menjaga Lisan (Jejak Digital): Di media sosial, ketikan jari sama tajamnya dengan lisan. Ujaran kebencian, cyberbullying, dan komentar kasar seringkali terjadi karena merasa anonim. Islam mengajarkan Qawlan Sadida (perkataan yang benar dan baik). Apa yang diketik hari ini, akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.
  • Integritas dan Kejujuran (Menghindari Plagiarisme): Kehadiran AI sangat menggoda pelajar dan mahasiswa untuk melakukan kecurangan akademik dengan menyalin hasil instan. Karakter jujur dan menghargai proses (ikhtiar) harus terus ditekankan. Hasil yang didapat dari ketidakjujuran tidak akan membawa keberkahan.

Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban dan Benteng Moral

Masjid tidak boleh tertinggal oleh zaman. Masjid harus kembali memposisikan dirinya sebagai pusat pendidikan (Tarbiyah) bagi generasi muda.

“Teknologi adalah alat, bersifat netral. Di tangan generasi yang nir-adab, ia menjadi senjata penghancur. Namun di tangan pemuda yang beriman, ia menjadi kendaraan dakwah yang luar biasa.”

Beberapa langkah nyata yang bisa dilakukan oleh lingkungan masjid dan keluarga antara lain:

  1. Mengadakan Kajian Tematik Pemuda: Membahas fiqih bermedia sosial dan etika menggunakan teknologi kekinian.
  2. Menjadikan Remaja Masjid sebagai Kreator Kebaikan: Mengarahkan pemuda untuk menggunakan AI dan media sosial sebagai media dakwah, membuat konten Islami, desain, atau tulisan yang bermanfaat.
  3. Membiasakan ‘Puasa Digital’: Mendorong generasi muda untuk sejenak melepaskan gawai saat berada di lingkungan masjid, fokus pada ibadah, dan berinteraksi secara tatap muka dengan sesama jamaah.

Penutup

Kita tidak bisa dan tidak perlu menghentikan laju teknologi. Tugas kita bukanlah menjauhkan generasi muda dari media sosial atau AI, melainkan membekali mereka dengan “kompas moral” yang kuat. Dengan fondasi keimanan dan adab yang kokoh, generasi muda Islam tidak akan tergerus oleh teknologi, melainkan merekalah yang akan mengendalikan teknologi tersebut untuk kebaikan umat.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Masjid Baiturrohman
Jl. Let Sutrisno RT 01 RW 04, Desa Keleng, Kesugihan
Luas Area100 m2
Luas Bangunan90 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri1985