

CILACAP – Persoalan sampah seringkali menjadi tantangan di berbagai lingkungan masyarakat. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Kelompok 6 Tahun 2026 mengambil langkah proaktif dengan menggelar sosialisasi “Manajemen Bank Sampah” bagi ibu-ibu jamaah Masjid Baiturrahman dan warga sekitar di Desa Keleng, Kabupaten Cilacap.
Kegiatan edukatif ini bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat—khususnya ibu rumah tangga sebagai ujung tombak pengelolaan rumah—bahwa sampah bukanlah sekadar limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang bisa bernilai ekonomis jika dikelola dengan tepat.
Ibu rumah tangga memiliki peran krusial dalam rantai konsumsi keluarga. Mahasiswa KKN Kelompok 6 UNUGHA melihat bahwa edukasi yang diberikan langsung kepada ibu-ibu akan memberikan dampak yang jauh lebih efektif dan cepat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa memaparkan beberapa poin penting terkait pengelolaan sampah mandiri:
Antusiasme terlihat jelas dari raut wajah ibu-ibu jamaah Masjid Baiturrahman. Banyak di antara mereka yang baru menyadari bahwa barang-barang bekas yang biasanya langsung dibakar atau dibuang sembarangan ternyata memiliki nilai jual.
“Selama ini plastik dan kardus bekas cuma numpuk lalu kami bakar. Setelah ada penjelasan dari adik-adik KKN, kami jadi tahu kalau dikumpulkan dan disetorkan ke Bank Sampah, hasilnya lumayan untuk tambah-tambah uang belanja atau kas majelis taklim,” ungkap salah satu ibu jamaah yang hadir.
Perwakilan KKN Kelompok 6 juga menekankan bahwa program Bank Sampah memiliki manfaat ganda bagi Desa Keleng.
Pertama, manfaat ekologis, di mana lingkungan desa menjadi lebih bersih, sehat, dan terhindar dari penyakit serta penyumbatan saluran air akibat penumpukan sampah. Kedua, manfaat ekonomis, yakni memberikan penghasilan tambahan bagi warga sekaligus melatih budaya menabung.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berhenti pada pemaparan materi. Mahasiswa KKN UNUGHA 2026 juga mendampingi pembentukan struktur kepengurusan awal Bank Sampah di tingkat Rukun Tetangga (RT) sekitar lingkungan Masjid Baiturrahman.
Langkah pendampingan ini dilakukan agar program dapat terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan (sustainable) meskipun masa pengabdian KKN nantinya telah usai.
Diharapkan, dengan berdirinya sistem manajemen Bank Sampah yang baik, Desa Keleng dapat menjadi desa percontohan di Kabupaten Cilacap yang bersih, hijau, dan berdaya secara ekonomi melalui pengelolaan lingkungan yang cerdas.
Penulis: Tim Publikasi KKN Kelompok 6 UNUGHA 2026 Lokasi Kegiatan: Serambi Masjid Baiturrahman, Desa Keleng, Kab. Cilacap, Jawa Tengah
| Luas Area | 100 m2 |
| Luas Bangunan | 90 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 1985 |